Menuju Kampus Ramah Anak dan Perempuan, GESI Petakan Kebutuhan Kids Corner dan Nursery Room

  • 13 September 2022
  • Editor UNU
  • Berita

Ilustrasi from id.pinterest.com

Direktorat Kesetaraan Gender dan Inklusi Sosial (GESI) UNU Yogyakarta menjajaki pengadaan Kids Corner dan Nursery Room untuk memfasilitasi civitas, khususnya dosen dan karyawan. Langkah ini dinilai sangat penting guna membantu civitas untuk mengasuh anak saat jam kerja di lingkungan Kampus Lowanu.

“Menanggapi permintaan pimpinan untuk memfasilitasi civitas yang memiliki anak dalam usia pengawasan, Direktorat GESI mulai menjajaki pengadaan Kids Corner dan Nursery Room di lingkungan kampus Lowanu,” kata Nofica Andriyati dari Tim Direktorat GESI UNU Yogyakarta, Selasa, 13 September 2022.

Oleh karena itu, GESI mulai mengidentifikasi kebutuhan Kids Corner dan Nursery Room sebagai upaya untuk menjadikan UNU Yogyakarta sebagai kampus ramah anak dan perempuan. Identifikasi dilakukan dengan menyebarkan kuesioner ke civitas untuk mengetahui kebutuhan atas dua ruang tersebut.

Tim GESI sebelumnya juga telah berkoordinasi dengan pihak rektorat. “Setelah berdiskusi dengan Wakil Rektor Bidang Pembangunan & Infrastruktur, ruang Kids Corner belum memungkinkan untuk dibangun, namun Nursery Room atau ruang laktasi bisa difasilitasi,” katanya.

Meski ruang anak belum bisa terfasilitasi, GESI akan mengupayakan adanya satu tempat semi-permanen untuk anak berupa Space Kids Corner. “Kemarin kami sudah melakukan survei lokasi. Pengadaan Space Kids Corner bisa dilakukan di kampus Lowanu tepatnya di titik samping limasan kampus,” jelas Nofica.

Layanan Space Kids Corner ini juga dapat digunakan untuk kegiatan di luar kampus. “Kami akan menyiapkan beberapa furniture kids yang bisa dibawa ke lokasi-lokasi tertentu untuk memfasilitasi civitas yang mengikuti kegiatan universitas di luar, seperti di hotel atau tempat lainnya. Sehingga civitas yang pada saat itu datang bersama anak bisa menitipkan anak di Space Kids Corner dengan pengawasan tim GESI,” jelasnya.

Menyiapkan layanan untuk disabilitas

Selain ramah anak dan perempuan, GESI juga terus mendorong penerapan pendidikan inklusi di UNU Yogyakarta. Apalagi saat ini UNU Yogyakarta memiliki mahasiswa penyandang disabilitas yang membutuhkan dukungan dari seluruh civitas melalui layanan yang memadai.

“Kita punya kebutuhan yang sangat mendesak saat ini untuk memfasilitasi  mahasiswa dari teman tuli untuk bersiap mengikuti perkuliahan offline,” kata Faidatun Nadiroh dari Tim Direktorat GESI UNU Yogyakarta.

Ia menjelaskan, selama pandemi UNU Yogyakarta menggelar kuliah secara online sehingga teman tuli dibantu oleh orang tua atau pembimbing di rumah. “Hal ini akan menjadi berbeda ketika kita sudah menggelar pembelajaran offline di kampus. Kita perlu mempersiapkan tim pendamping selama pembelajaran di kampus,” jelasnya.

Menurut Faidatun, GESI saat ini mulai menjajaki fasilitasi untuk teman tuli di kampus. Salah satunya dengan mengajak mahasiswa untuk menjadi relawan. Mereka akan mengikuti pelatihan bahasa isyarat agar dapat mendampingi rekannya dari penyandang disabilitas.

Berita Terkait

Wujudkan Lulusan Unggul, SD NU Galur Kulon Progo Teken MoU dengan UNU Yogyakarta
  • Editor UNU
  • 04 Oktober 2022

Wujudkan Lulusan Unggul, SD NU Galur Kulon Progo Teken MoU dengan UNU Yogyakarta

Untuk semakin meningkatkan kualitas pembelajaran dan menghasilkan lulusan unggul, SD NU Galur Kulon...

Bekali Mahasiswa Baru, UNU Yogyakarta Gelar Talkshow Pencegahan Kekerasan Seksual
  • Editor UNU
  • 22 September 2022

Bekali Mahasiswa Baru, UNU Yogyakarta Gelar Talkshow Pencegahan Kekerasan Seksual

Sadar akan kebutuhan pemahaman terkait kekerasan seksual, UNU Yogyakarta menggelar talkshow di hadapan...

Meriah dan Inspiratif, Ratusan Mahasiswa Baru Ikuti Genius UNU Yogyakarta
  • Editor UNU
  • 20 September 2022

Meriah dan Inspiratif, Ratusan Mahasiswa Baru Ikuti Genius UNU Yogyakarta

Ratusan mahasiswa baru Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta mulai mengikuti orientasi pagi ini,...