Member Logo

Halaqah PTNU di Muktamar ke-35 NU, Plt Rektor UNU Yogyakarta Ungkap Strategi Wujudkan Cendekiawan Modern Berkarakter Annahdliyah

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 30 Aug, 2026

Est. 5 Menit

Halaqah PTNU di Muktamar ke-35 NU,  Plt Rektor UNU Yogyakarta Ungkap Strategi Wujudkan Cendekiawan Modern Berkarakter Annahdliyah

Jombang, Indonesia - Perguruan tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) harus mampu merespons disrupsi dan menjawab berbagai tantangan di dunia pendidikan tinggi. Integrasi pendidikan tinggi modern dan pendidikan pesantren ala UNU Yogyakarta dapat menjadi solusi. Melalui pendidikan karakter keaswajaan,  penguatan akademik, dan atmosfer kultural kepesantrenan, UNU Yogyakarta menyiapkan mahasiswa menjadi  generasi unggul.

Hal itu dikemukakan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UNU Yogyakarta Fahmy Akbar Idries dalam Halaqah Forum Rektor PTNU bertajuk “Integrasi Pesantren, Aswaja, dan Pendidikan Tinggi”, Sabtu (29/8/2026). Agenda ini menjadi bagian dari rangkaian acara Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27-31 Agustus 2026.

Di depan para pimpinan kampus-kampus PTNU, Fahmy memaparkan pandangannya yang berjudul “Membangun Cendekiawan Modern Berkarakter Annahdliyah”. Menurutnya, saat ini pendidikan tinggi mengalami berbagai tantangan nyata, mulai dari disrupsi teknologi khususnya dengan kehadiran AI, tantangan ideologi dan krisis ekologi, hingga kesenjangan mutu lulusan, termasuk kontribusinya terhadap 11-12 persen pengangguran.

Karena itu, PTNU harus sanggup menemukan solusi atas segala persoalan itu dengan meneguhkan eksistensinya sebagai pusat peradaban berbasis tradisi keilmuan Islam.  “Kampus NU mestinya bukan sekadar pabrik ijazah dan pencetak tenaga kerja. PTNU wajib bertransformasi menjadi pusat peradaban yang memadukan  sains teknologi modern dengan benteng moral Aswaja Annahdliyah,” ujarnya.

Untuk mewujudkan itu, PTNU sesungguhnya telah ditopang oleh  tiga pilar utama. Sebagai pilar pertama, nilai-nilai Aswaja menjadi fondasi epistemologi dan kompas etika keilmuan PTNU. Sebagai acuan, kampus-kampus nahdliyin mesti merujuk pada Peraturan Perkumpulan (Perkum) NU Nomor 13 Tahun 2023 tentang Sistem Pendidikan NU.

“Landasan wajib seluruh arah kebijakan akademik, riset, dan tata kelola perguruan tinggi NU termuat di Perkum NU Nomor 13 Tahun 2023 pasal 2 dan 48, bahwa PTNU mencetak lulusan yang profesional, unggul, modern, tapi tetap berakar kuat pada nilai keislaman ahlussunnah wal jamaah (aswaja),” tandas sosok yang aktif di PBNU ini.

Setelah nilai-nilai Aswaja, tradisi kepesantrenan yang menjadi roh dan karakter kampus menjadi pilar kedua. Pesantren membentuk moralitas, sanad keilmuan yang kontinyu, dan kedekatan hubungan emosional-spiritual antara guru (kiai) dan murid (santri). Sementara, pendidikan modern sebagai pilar ketiga berorientasi pada standarisasi mutu, daya saing global, dan integritas akademik.

Integrasi Universitas - Pesantren

Pendidikan tinggi modern dan pesantren tentu memiliki keunggulan masing-masing. Universitas unggul dalam penguasaan sains dan teknologi, berpikir kritis, dan standar profesionalitas. Sementara, pendidikan pesantren unggul dalam pembentukan akhlak, pemaknaan hidup, hingga penguasan teks dan Bahasa Arab. Sebagai pilar yang berbeda, keduanya memiliki titik temu dan saling menguatkan.

“Keduanya harus diintegrasikan karena saling mengonfirmasi, bukan bertabrakan. Kecanggihan sains modern tanpa benteng etika riset yang kuat dapat melahirkan teknologi yang merusak kemanusiaan. Di sinilah pesantren menyumbang konsep adab sebelum ilmu yang berlandaskan Maqosid Syariah,” tuturnya.

Integrasi keduanya dapat diterapkan pada kurikulum dan kelembagaan. Pada integrasi kurikulum, konsep Aswaja bisa masuk di Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU),  riset modern terhadap literatur klasik Islam, hingga pendekatan fiqih untuk mengkaji perkembangan sains terkini. Secara kelembagaan, implementasinya bisa dengan membuka pesantren di kampus dan  berkolaborasi dengan jejaring pesantren. Ikhtiar inilah yang saat ini ditempuh UNU Yogyakarta. Berperan sebagai agent of intermediary atau penghubung, UNU Yogyakarta berupaya menjembatani pendidikan modern dan pendidikan pesantren.

“Tujuannya untuk mencetak generasi unggul yang kompeten menyerap teori dan metodologi modern sekaligus matang secara moral, spiritual, dan sosial. Di UNU Yogyakarta, kami memiliki etos fundamental, yakni jiwa khidmah atau pengabdian untuk agama, bangsa dan negara, juga masyarakat,” paparnya.

Nilai-nilai Aswaja di UNU Yogyakarta

Dalam konteks UNU Yogyakarta, keberadaan 5 fakultas dan 10 program studi menunjukkan adanya pendekatan lintas disiplin keilmuan. Dari jumlah tersebut, hanya ada satu fakultas yakni Fakultas Dirasah Islamiyah (FDI) dengan satu prodi, Studi Islam Interdisipliner (SII). Namun FDI dan SII dirancang sebagai core value yang mewarnai pengembangan keilmuan di UNU Yogyakarta secara keseluruhan.

Sejak semester pertama hingga sepanjang masa kuliah, seluruh mahasiswa dibekali pendidikan karakter mencakup pemahaman Islam Aswaja, moderasi beragama, dan nilai-nilai kebangsaan yang menjadi prinsip cinta Tanah Air NU.

“Nilai-nilai aswaja menjadi esensi dan mewarnai semua struktur dan kehidupan kampus, dari cara pandang dosen terhadp sains, etika akademik, relasi dosen-mahasiswa, hingga orientasi pengabdian,” jelas Fahmy yang terlibat sejak awal dalam pendirian UNU Yogyakarta.

UNU Yogyakarta melihat tahun pertama menjadi masa krusial bagi pembentukan karakter mahasiswa. Baru setelah itu, pada tahun kedua hingga keempat, mahasiswa digembleng aspek akademik dan diperkaya oleh elemen kultural.
Dengan demikian, sivitas UNU Yogyakarta memiliki dua identitas sekaligus, yakni identitas institusi sebagai kampus berorientasi masa depan dan identitas kultural sebagai kampus nahdliyin yang melestarikan tradisi sholawatan, istighotsah, dan ngaji bandongan. “Identitas kultural ke-NU-an ini  membentuk suasana batin dan spiritualitas mahasiswa di tengah tuntutan akademik modern,” ujarnya.
Tak sebatas suasana kultural, secara formal sejak awal berdiri pada 2017, UNU Yogyakarta sesungguhnya telah mendirikan pesantren yang terus dikembangkan sebagai pesantren representatif. Internalisasi nilai-nilai Aswaja juga divalidasi melalui proses sertifikasi yang menghasilkan Surat Keterangan Pendamping Ijazah.

Ijazah kuliah, sertifikat kepesantrenan, beserta ilmu pengetahuan dan keterampilan inilah yang menandai lulusan UNU Yogyakarta sebagai generasi unggul yang siap berkhidmah atau mengabdi pada agama, bangsa, dan masyarakat. “Kampus berbasis kepesantrenan UNU didesain sebagai kekuatan transformatif untuk menjawab tantangan masa depan,” pungkas Fahmy.

Reporter : Arif

Bagikan

Berita Terkait

Pimpinan UNU Yogyakarta Ucapkan Selamat Atas Terpilihnya Rais Aam dan Ketua Umum PBNU Masa Khidmat 2026-2031

Pimpinan UNU Yogyakarta Ucapkan Selamat Atas Terpilihnya Rais Aam dan Ketua Umum PBNU Masa Khidmat 2026-2031

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 31 Aug, 2026 | Durasi. 4 Menit

Perkuat Strategi Pemecahan Masalah, UNU Jogja Gelar Workshop Metodologi Transdisiplin Diikuti Akademisi dan Praktisi Profesional

Perkuat Strategi Pemecahan Masalah, UNU Jogja Gelar Workshop Metodologi Transdisiplin Diikuti Akademisi dan Praktisi Profesional

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 19 Aug, 2026 | Durasi. 4 Menit

Peringati HUT ke-81 RI, UNU Jogja Semarakkan Kemerdekaan Bersama Sivitas dan Masyarakat

Peringati HUT ke-81 RI, UNU Jogja Semarakkan Kemerdekaan Bersama Sivitas dan Masyarakat

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 18 Aug, 2026 | Durasi. 3 Menit

Berita Populer

Mahasiswa dan Alumni UNU Jogja Ikuti Coinfest Asia 2026, Bersama Techie 90 Negara Tentukan Arah Pengembangan Teknologi dan Industri Digital Dunia

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 26 Aug, 2026 | Durasi. 4 Menit

Frequently Asked Questions (FAQ): BEASISWA TALENTA LESTARI 2026

Diterbitkan oleh Intan Agisti Nila Sari, 21 Jul, 2026 | Durasi. 9 Menit

Mutiara Azzahra Tzabitah Zain Ababil, Mahasiswi Tuli Prodi Teknologi Hasil Pertanian UNU Jogja Raih Juara Harapan I Turnamen Futsal Tuli Antar Klub 2026

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 7 Aug, 2026 | Durasi. 3 Menit

Mahasiswa PGSD UNU Jogja Raih Juara II Lomba Cipta Lagu Anak Tingkat Nasional

Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 7 Aug, 2026 | Durasi. 4 Menit