Civitas UNU Jogja Tampil sebagai Panelis di KAICIID International Fellows Programme 10th Anniversary Global Gathering di Portugal
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 12 Jan, 2026
Est. 3 Menit

Lisbon, Portugal — Senior Advisor Center for Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI) UNU Jogja Dr. Wiwin Siti Aminah Rohmawati tampil sebagai panelis dalam KAICIID International Fellows Programme 10th Anniversary Global Gathering di Lisbon, Portugal, Rabu (10/12/2025). Partisipasi civitas ini menegaskan kiprah UNU Jogja sebagai kampus swasta di Jogja yang agresif melakukan kolaborasi di ranah global.
Dalam sesi yang bertema “The Human Impact of Dialogue – The Film: Screening and Discussion on the Transformative Impact of Dialogue”, Dr. Wiwin membahas bagaimana dialog lintas iman mampu menghadirkan perubahan nyata dalam kehidupan manusia, terutama di tengah masyarakat yang kerap diwarnai oleh polarisasi, ketidakpercayaan, dan konflik identitas.
Dalam forum tersebut, Dr. Wiwin mengulas pengalamannya bekerja di tengah sistem yang kerap resisten terhadap perubahan, seraya menegaskan bahwa kekuatannya bersumber dari nilai-nilai pribadi dan keyakinan spiritual.
“Saya berpegang pada prinsip konsistensi—bahwa upaya sekecil apa pun tetap memiliki makna dalam tujuan moral yang lebih besar. Perubahan memang sering berlangsung perlahan, tetapi komitmen yang terus-menerus akan menggerakkannya,” ujarnya.
Ia juga mengutip ajaran Al-Qur’an bahwa sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling bermanfaat bagi sesama, serta Surah Ar-Ra’d ayat 11 yang menegaskan bahwa perubahan hanya akan terjadi ketika manusia mau mengubah dirinya sendiri. Bagi Dr. Wiwin, memperjuangkan keadilan, martabat manusia, dan kebaikan bersama bukan hanya tugas moral, tetapi juga bentuk ibadah.
Sedangkan dalam menjawab tantangan dialog di tengah rapuhnya kepercayaan sosial, Dr. Wiwin menekankan pentingnya kembali pada esensi dialog itu sendiri.
“Dialog dimulai dari kerendahan hati—kesediaan untuk mendengarkan sebelum merespons. Ketika kepercayaan goyah, menciptakan ruang aman agar orang dapat berbagi tanpa takut dihakimi adalah langkah awal untuk membangunnya kembali,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kejujuran, ketulusan, dan kesediaan mengakui kesalahpahaman masa lalu menjadi kunci dalam memulihkan relasi antarkelompok. Menurutnya, kepercayaan memang tidak dapat dibangun secara instan, tetapi dapat tumbuh melalui penghormatan yang konsisten terhadap martabat dan perspektif setiap orang.
Dr. Wiwin juga membagikan kisah personal dari masa mudanya sebagai aktivis dialog lintas iman di Yogyakarta. Ia menceritakan bagaimana pertanyaan sederhana dari seorang teman Kristiani tentang jilbab dan poligami justru menjadi titik balik yang memperdalam pemahamannya terhadap agamanya sendiri.
“Dialog mendorong kita untuk menelaah kembali keyakinan kita sendiri dengan lebih jujur dan kritis. Dari sana saya belajar bahwa dialog lintas iman membutuhkan keberanian untuk bertanya dan keterbukaan untuk tumbuh dan berubah,” tuturnya.
Kehadiran Dr. Wiwin di forum global ini mencerminkan kualitas sumber daya manusia UNU Jogja sebagai universitas swasta di Jogja yang berperan aktif dalam percakapan dunia tentang perdamaian, keberagaman, dan keadilan sosial.
Sebagai Senior Advisor GEDSI UNU Jogja, ia selama lebih dari dua dekade telah terlibat dalam berbagai lembaga strategis, seperti Interfidei, Institute of Southeast Asian Islam (ISIAS), serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Yogyakarta periode 2014–2024. Ia juga dikenal sebagai salah satu pendiri Srikandi Lintas Iman dan konsultan proyek KAICIID – Multi-religious Collaboration for the Common Good di Indonesia.
Pengalaman Dr. Wiwin telah diakui secara internasional melalui berbagai program prestisius, termasuk KAICIID Fellows Programme, U.S. Department of State’s Religious Freedom and Interfaith Dialogue Exchange Program, serta Australia Award Indonesia Leadership Development Program for Multifaith Women Leaders. Ia juga merupakan penerima Rambam Program dan pernah menjadi Visiting Scholar di Norwegian Center for Human Rights (NCHR), Universitas Oslo.
Partisipasi civitas akademik UNU Jogja dalam forum global seperti KAICIID ini menegaskan bahwa UNU Jogja bukan hanya berperan sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai aktor penting dalam diplomasi sosial dan dialog lintas peradaban di tingkat internasional. [Latifah]
Bagikan
Berita Terkait

Jelajahi Masa Depan Industri Olahraga di GSIC Summit APAC 2026!
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 5 Mar, 2026 | Durasi. 2 Menit

Perkuat Kerja Sama Internasional di Uzbekistan, UNU Jogja Inisiasi Pengajaran Bahasa Indonesia untuk Sambut 100 Ribu Peziarah Makam Imam Bukhari
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 27 Feb, 2026 | Durasi. 3 Menit
Perkuat Kolaborasi Industri, Civitas UNU Jogja Kunjungi PT Sarihusada Generasi Mahardhika Klaten
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 26 Feb, 2026 | Durasi. 3 Menit

Penasehat Center for Gedsi UNU Jogja Jadi Pembicara dalam Forum Nasional Pendidikan Tinggi Inklusif di Jakarta
Diterbitkan oleh Latifatussolikhah, 18 Feb, 2026 | Durasi. 2 Menit
